TEKS PROSEDUR
Pengertian Teks Prosedur
Teks prosedur adalah suatu teks yang berisi langkah-langkah aktivitas atau kegiatan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Teks prosedur ini dibutuhkan sebagai panduan bagi seseorang dalam membuat atau menyusun sesuatu.
Tujuan Teks Prosedur
Setelah mengetahui pengertian dari teks prosedur, selanjutnya adalah apakah tujuan dari teks prosedur? tujuan teks prosedur adalah memberikan petunjuk bagi pembacanya tentang langkah-langkah secara urut dalam melakukan aktivitas atau menyelesaikan sesuatu. Selain itu, teks prosedur juga memudahkan pembaca untuk mengetahui cara yang benar dalam melakukan sesuatu dan memberikan petunjuk jelas agar mendapatkan hasil maksimal.
Struktur Teks Prosedur
Dalam penyusunannya, struktur teks prosedur terdiri dari 4 bagian, yaitu tujuan, material, langkah-langkah penyusunan/pengerjaan, dan penegasan ulang (kesimpulan). Penjelasan lengkapnya sebagai berikut:
1. Tujuan
Pada awal pembuatan teks prosedur, penulis biasanya memberikan penjelasan terkait tujuan dalam penyusunan teks prosedur. Hal ini juga bisa menginformasikan hasil akhir yang akan dicapai.
2. Bahan dan Alat
Merupakan hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan dan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan atau pembuatan kegiatan tersebut. Bagian ini berisi informasi tentang alat/bahan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan.
3. Langkah-langkah
Bagian ini menjelaskan tentang proses atau tahapan yang harus dilakukan demi mendapatkan hasil maksimal sesuai dengan tujuan dari teks prosedur. Langkah-langkah yang dibuat harus secara berurutan. Selain itu, susunannya harus logis, sistematis, dan mudah dipahami oleh pembaca.
4. Penegasan Ulang/Kesimpulan
Bagian terakhir ini menjelaskan tentang simpulan dari suatu prosedur yang telah dilakukan. Bagian ini bersifat opsional, yakni boleh ada dan boleh tidak ada dalam teks prosedur.
Ciri-Ciri Teks Prosedur
Sama halnya dengan teks yang lain, teks prosedur memiliki beberapa ciri antara lain:
1. Menggunakan kalimat perintah;
2. Terdapat panduan yang harus dilakukan;
3. Menggunakan kata kerja aktif;
4. Menggunakan konjungsi (kata hubung);
5. Terdapat aturan dalam hal bahan atau kegiatan;
6. Menggunakan kata keterangan untuk menyatakan rincian waktu, tempat dan cara;
7. Terdapat isi kegiatan yang dilakukan secara urut;
Jenis-Jenis Teks Prosedur
Teks prosedur juga ternyata memiliki beberapa jenisnya, lho! Penasaran? Berikut jenis-jenis teks prosedur.
1. Teks Prosedur Sederhana
Teks prosedur sederhana berisi tahapan atau material yang tidak terlalu banyak, biasanya membutuhkan 2-4 tahapan untuk melakukannya. Karena sederhana, urutannya tidak bisa dibolak-balik.
Contoh teks prosedur sederhana:
“Cara menghidupkan laptop”, “cara menggunakan flashdisk“, dan lain-lain.
2. Teks Prosedur Protokol
Teks prosedur protokol berisi tahapan yang bisa dilakukan dengan fleksibel. Artinya, tujuan teks tetap tercapai meskipun pembaca tidak melakukan langkah-langkah secara berurutan. Masih bingung? Coba perhatikan contoh ini deh.
Contoh teks prosedur protokol:
”Dalam membuat mie instan, kamu bebas merebus mienya terlebih dahulu atau memilih menuang bumbunya ke mangkok duluan.”
3. Teks Prosedur Kompleks
Teks prosedur kompleks biasanya membutuhkan alat, bahan, dan waktu yang lebih banyak dibandingkan teks prosedur sederhana. Dalam teks prosedur kompleks, tak jarang kita menemukan sub tahapan sebelum menuju langkah selanjutnya.
Contoh Teks Prosedur (Visual)
Cara Membuat Layang-layang
1. Buat kerangka layang-layang dengan menggunakan dua bilah bambu yang tadi telah disiapkan.
2. Letakkan dua bilah bambu secara menyilang, pastikan panjang sisi kanan dan kiri sama panjangnya.
3. Ikat kedua bilah bambu dengan benang jahit, dan belah ujung bambu agar nanti lebih mudah saat mengikat tali.
4. Hubungkan ujung-ujung kerangka layang-layang dengan benang yang sudah disediakan.
5. Siapkan kertas minyak dan tempelkan di atas bilah bambu tersebut.
6. Ambil spidol dan buatlah pola sesuai dengan ujung layang-layang.
7. Gunting sesuai pola yang telah digambar.
8. Gunakan lem untuk merekatkan kertas pada kerangka layang-layang.
9. Agar lebih menarik, tambahkan ekor pada bagian bawah layang-layang dengan menggunakan guntingan kertas koran.
10. Selanjutnya buat dua lubang di tengah dan dua lubang di bawah, yaitu dekat dengan penyilangan bambu, lalu masukkan benang dan ikat ke titik persilangan.
11. Setelah itu ikatkan ujung yang lain ke ujung bawah rangka.
12. Layang-layang siap untuk diterbangkan.
Contoh Teks Prosedur (Audio Visual)
Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur
Kaidah kebahasaan adalah aturan kebahasaan atau ciri tertentu yang melekat pada suatu teks. Dalam menyusun teks prosedur, terdapat kaidah-kaidah kebahasaan yang biasa digunakan, yaitu:
1. Kalimat
Ada 3 kategori kalimat yang bisa kamu temukan dalam teks prosedur, yakni Imperatif, Deklaratif, dan Interogratif.
a. Kalimat Imperatif
Kalimat imperatif adalah kalimat yang mengandung perintah, permintaan, atau larangan untuk melakukan sesuatu. Contoh: “Hati-hati saat menggoreng risol!”
b. Kalimat Deklaratif
Kalimat deklaratif adalah kalimat yang berisi pernyataan. Contoh: ”Risol mayones adalah cemilan yang cocok disajikan untuk keluarga atau tamu yang berkunjung.”
c. Kalimat Interogatif
Kalimat interogatif adalah kalimat yang mengandung pertanyaan. Contoh: “Bagaimana cara membuat risol mayones yang lezat?”
2. Konjungsi (Kata Penghubung)
Ada 2 jenis konjungsi yang bisa kamu temukan dalam teks prosedur, yaitu Konjungsi Persyaratan dan Konjungsi Temporal.
a. Konjungsi Persyaratan
Konjungsi persyaratan adalah kata penghubung yang menyatakan syarat. Contohnya: jika, andai, apabila, kalau, asalkan, seandainya.
b. Konjungsi Temporal
Konjungsi temporal adalah kata penghubung yang menandakan urutan waktu. Contohnya: lalu, kemudian, setelah itu, selanjutnya.
3. Numeralia (Kata Bilangan)
Ada 2 jenis numeralia dalam teks prosedur, yaitu Numeralia Urutan dan Numeralia Kuantitas.
a. Numeralia Urutan adalah kata yang bisa menjadi kata pengganti konjungsi temporal. Contohnya: pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.
b. Numeralia Kuantitas adalah kata yang berfungsi sebagai petunjuk jumlah atau durasi dalam teks prosedur. Contohnya: ”masukkan 2 butir telur,” “diamkan selama 1 jam di dalam kulkas,” dan sejenisnya.
4. Pronomina
Pronomina adalah kata ganti orang atau benda. Di dalam teks prosedur, ada 2 jenis pronomina, yaitu Pronomina Penunjuk dan Pronomina Persona.
a. Pronomina Penunjuk biasanya mengandung kata ‘ini,’ ‘itu‘, dan ‘tersebut‘.
Contohnya: “Aduk adonan tersebut hingga mengental.”
b. Pronomina Persona biasanya mengandung kata ‘anda’ , ‘saya‘, ‘kamu‘, ‘kita,’ dan ‘kalian‘.
Contohnya: “Tambahkan saus sambal sesuai dengan selera Anda!”
5. Verba
Verba adalah kata kerja. Pada teks prosedur terdapat 2 jenis verba, yaitu verba material dan verba tingkah laku.
a. Verba Material adalah kata kerja yang mengacu pada tindakan fisik. Contohnya: ‘menggoreng’, ‘mengaduk,’ ‘mengiris,’ dan sebagainya.
b. Verba Tingkah Laku adalah kata kerja yang ditunjukkan lewat ungkapan, yang tingkah lakunya tidak bisa dilihat dengan kasat mata.
Contohnya: ‘memahami‘, ‘berpikir,’ dan sebagainya.
___________________________________________________
Suryani Magfira (239024485088)
Bahasa Indonesia (002)

