RUMAH ADAT BALLA LOMPOA

 

Balla Lompoa secara harfiah berarti rumah  besar  atau  rumah  kebesaran  yang dihuni oleh raja. Balla  Lompoa berada  di tengah  Kota  Sungguminasa Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Jalan Sultan Hasanuddin No 48. Balla  Lompoa  dibangun    tahun 1936  setelah  diangkatnya  Raja  Gowa XXXV  I  Mangimangi  Daeng  Matutu, Karaeng Bontonompo yang bergelar Sultan Muhammad  Tahir  Muhibuddin.  Balla lompoa  adalah  kediaman  raja  sekaligus sebagai  pusat  pemerintahan  Kerajaan Gowa.  Selain berfungsi sebagai  museum,  Balla  Lompoa  juga berfungsi  sebagai  tempat  pelaksanaan upacara-upacara  adat.  Salah  satu  upacara adat  yang  menjadi  agenda  tahunan pemerintah  Kabupaten  Gowa  adalah accera  kalompoang,  yaitu  pencucian benda-benda pusaka  Kerajaan Gowa  yang dilaksanakan  setiap  bulan  Zulhajji  atau pada  lebaran  Idul  Adha.  Upacara  ini berlangsung sejak masa pemerintahan Raja Gowa  XIV  Sultan  Alauddin. 

Balla Lompoa dibangun di atas tiang-tiang kayu setinggi kurang lebih dua meter dari permukaan tanah. Penggunaan kayu sebagai bahan utama, khususnya kayu ulin sebagai salah satu ciri khas arsitektur tradisional Sulawesi Selatan yang dikenal sangat kuat dan tahan terhadap cuaca, sehingga mampu menopang rumah ini selama puluhan tahun. Serta melindungi penghuni dari banjir dan gangguan hewan, serta memberikan sirkulasi udara yang baik di bagian bawah rumah.

Ditinjau  dari  aspek  arsitektur bangunannya,  Balla  Lompoa  berbentuk rumah panggung yang  merupakan refleksi dari  rumah  adat  pada  masa  Kerajaan Gowa.  Rumah  adat  Balla  Lompoa  terdiri atas  tiga  bagian,  yaitu  bagian  atas  yang disebut loteng atau pammakang, berfungsi sebagai  plafon,  bagian tengah  merupakan badan rumah disebut kale  balla, berfungsi sebagai  ruang  tamu  dan  kamar  tidur, dan bagian  bawah  atau  kolong  rumah  yang disebut  passiringang,  berfungsi  sebagai tempat  kendaraan. Ketiga  bagian  tersebut melambangkan falsafah sulapa appa.

Memasuki bagian dalam rumah, terdapat ruang utama yang merupakan pusat aktivitas di rumah adat ini. Ruang utama ini adalah area di mana keluarga kerajaan menjalani kehidupan sehari-hari, dan juga tempat berlangsungnya pertemuan atau rapat kerajaan. Ruangan ini luas, tanpa banyak sekat, yang memungkinkan terjadinya interaksi dan komunikasi yang lancar di dalam rumah. Ornamen dan ukiran kayu di ruang utama menjadi daya tarik tersendiri, mencerminkan keterampilan seni masyarakat setempat. Motif-motif ukiran yang menghiasi dinding dan tiang rumah melambangkan kekuatan, keberanian, dan kebijaksanaan, yang merupakan sifat-sifat yang dihormati dalam budaya Gowa.

Di sebelah ruang utama terdapat ruangan khusus untuk menyimpan benda-benda pusaka kerajaan, seperti mahkota, keris, pedang, dan pakaian kebesaran. Ruangan ini bersifat sakral dan dijaga ketat, karena benda-benda yang disimpan di dalamnya dianggap memiliki kekuatan spiritual. Di bagian belakang rumah, terdapat ruang pribadi keluarga yang digunakan untuk keperluan pribadi raja dan keluarganya. Ruang ini lebih tertutup dan memiliki akses yang terbatas untuk tamu luar. Penempatan ruang keluarga di bagian belakang rumah menunjukkan adanya pemisahan antara fungsi publik dan privat dalam tata ruang rumah adat ini.

Keberadaan  rumah  adat  Balla Lompoa  merupakan  aset  yang  begitu  bernilai bagi masyarakat  Sulawesi Selatan dan  khususnya  Pemerintah  Kabupaten Gowa, karena bangunan  tua ini memiliki keunikan dan sarat dengan makna filosofi. Setiap elemen dan bagian rumah memiliki makna yang dalam dan menunjukkan betapa pentingnya peran rumah ini dalam menjaga identitas dan tradisi masyarakat. Pelestarian rumah adat Balla Lompoa merupakan salah satu cara untuk menghargai sejarah dan budaya yang telah diwariskan dari masa ke masa.Oleh karena itu arsitektur    Balla Lompoa   perlu   mendapat  perhatian   dari  berbagai  pihak    termasuk  pemerintah  agar  konsep arsitektur  tradisional  ini  senantiasa mendapat  ruang  untuk  dieskpresikan sebagai warisan budaya bangsa.   


Postingan populer dari blog ini

RUMAH ADAT SAO MARIO

RUMAH ADAT BOLA SOBA (SORAJA)

RUMAH TONGKONAN